Batasan-batasan dalam olahraga sepak bola

1 04 2010

BAB I
PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Dalam pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok tersebut juga dinamakan kesebelasan.

Dahulu sepak bola dimainkan hanya sebatas mencari kesenangan saja, akan tetapi seiring perkembangan zaman, sepak bola juga menjadi suatu olah raga prestasi, dan harus diketahui bahwa untuk mencapai suatu prestasi diperlukan kerja keras yang ekstra dari seluruh aspek olah raga. Selain itu juga perlu diadakan suatu pembatasan baik media yang digunakan, kelengkapan permainan, untuk menjaga tercederainya nilai-nilai sportifitas dalam olah raga khususnya sepak bola.

Dengan adanya pembatasan ini, atlet diharapkan tidak mencederai aspek sportifitas dan fairplay sehingga tujuan olah raga yang terkandung dalam filsafat olah raga khususnya etika dan estetika dapat tercapai, tanpa mengurangi kebebasan pemain untuk mengeluakan skilldengan semaksimal mungkin, sehingga prestasi yang di  capai merupakan prestasi yang murni dari skill yang baik, kerja sama team, peraturan yang fair dan kerja keras yang sebenarnya.

Maka dari itu perlu pengadaan suatu pembatasan yang dituliskan dalam peraturan sepak bola  yang akan dibahas oleh penulis.

  1. B. Rumusan Masalah
    1. Apakah yang dimaksud dengan keterbatasan dalam olah raga sepak bola?
    2. Apakan yang dimaksud dengan kebebasan dalam olah raga sepak bola?
    3. Apakah yang dimaksud dengan peraturan sepak bola?
    4. C. Tujuan Rumusan masalah
      1. Untuk mengetahui keterbatsan dalam olah raga sepak bola.
      2. Untuk mengetahui kebebasan dalan olah raga sepak bola.
      3. Untuk mengetahui peraturan yang berlaku dalam olah raga sepak bola.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Keterbatsan dalam Olah Raga Sepak Bola.

Keterbatasan adalah suatu amabang batas kemampuan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya, keterbatasan dalam olah raga sepak bola merupakan suatu patokan yang boleh dilakukan oleh individu, maupun sekelompok orang yang melakukan kegiatan tersebut. Keterbatasan tersebut diadakan untuk membatasi hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, maupun bisa dan tidak bisa dilakukan oleh manusia.

Salah satu contoh keterbatasan dalam sepak bola yaitu, adanya pembatasan garis lapangan sepak bola. Mengapa hal ini diadakan ? Karena tidaklah mungkin seseorang  atau sekelompok orang mampu melakukan permainan tanpa adanya pembatasan, selain itu apabila pembatasan ditiadakan, maka tujuannya dapat terlupakan atau tidak tercapainya tujuan tersebut, yaitu memasukan bola kedalam gawang lawan dengan sebanyak-banyaknya untuk mencapai suatu kemenangan.

Pembatasan waktu, pembatasan waktu diadaka semata-mata hanya untuk menjaga kemampuan fisik yang dimiliki oleh manusia agar tidak melampaui batas kemampuannya  sebagai mahkluk yang mempunyai keterbatasan dan tidak sempurna.

Pembatasan Tindakan Selebrasi Pemain,hal yang sering terjadi adalah,perayaan gol yang berlebihan yaitu melepas kaos yang digunakannya,hal ini tidak boleh dilakukan karena tindakan ini dianggap sebagai tindakan rasisme,FIFA melarang pemain merayakan  gol dengan mencopot kaos mereka. Mereka yang melakukannya akan mendapat sanksi karena melakukan tindakan tidak sportif.

  1. B. Kebebasan dalam Olah Raga Sepak Bola

Kebebasan adalah tindakan yang boleh dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang untuk mencapai tujuannya. Kebebasan dalam olah raga sepak bola boleh dilakukan oleh orang-orang yang melakukannya, tanpa melakukan tindakan pelanggaran terhadap peraturan sepak bola, sehingga dapat mencederai lawan tanding, dan juga sportifitas dan fairplay yang selalu dijunjung tinggi dalam semua olah raga.

Contoh kebebasan dalam olahraga sepak bola adalah,Atlet dapat mengeluarkan semua skill yang dimilikinya,tujuanya adalah untuk mengecoh,mengelabuhi,dan mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu memudahkan diri maupun rekan setimnya untuk mencetak gol kegawang lawan dengan sebanyak-banyaknya.Misalnya Cristiano Ronaldo yang sering melakukan gerakan-gerakan PEDALICHA atau gerakan Samba, untuk mengelabuhi lawan-lawannya, sehingga dirinya maupun rekan setimnya menjadi mudah untuk memasukkan bola ke gawang lawan,selain Ronaldo,ada juga Lionell Messi,yang terkenal dengan gocekan khas negeri Tango,yaitu gerakan keeping ball yang tidak banyak menggunakan olahbola dengan kaki,akan tetapi gerakan akselerasi yang dilakukannya sangat sulit untuk diantisipai lawan-lawannya.

  1. C. Peraturan Sepak Bola.

Peraturan Permainan Sepak Bola

a. Taktik Permainan

Taktik yang biasa dipakai oelh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut :
1)4-4-2
2)4-3-2-1
3)4-5-1
4)3-4-3
5)3-5-2
Dan masih banyak lagi taktik atau strategi variasi dari taktik diatas,taktik yang dipakai oelh sebuah tim selalu berubah tergatung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung.Pada intinya ada        3 strategi yang digunakan yaitu bertahan,menyerang dan normal.

b. Ofisial

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang “Wasit (sepak bola)” Wasit yang mempunyai wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai peraturan permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya,dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final.
c. Tim

Setiap tim maksimal sebelas pemain, salah satunya haruslah penjaga gawang. Kadang ada peraturan kejuaraan yang mengharuskan jumlah minimal pemain dalam sebuah tim (biasanya delapan).

d. Lapangan Permainan

Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.

e. Lama permainan

Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.

f. Perpanjangan waktu dan adu penalti

Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem ’sudden death’, namun mereka kini telah tidak digunakan.

Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan pertandingan tersebut untuk diulangi.

Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan

g. Wasit sebagai pengukur waktu resmi

Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: