FILSAFAT ILMU

1 04 2010

FILSAFAT ILMU
Merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik
mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Ilmu merupakan cabang ilmu pengetahuan
yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Meskipun secara metodologis ilmu tidak
membedakan antara ilmu-ilmu alam dengan sosial namun permasalah-permasalahan
teknis yang khas, maka filsafat ilmu itu sering dibagi menjadi filsafat ilmu alam dan
filsafat ilmu sosial. Filsafat ilmu merupakan telaah secara filsafat yang ingin menjawab
beberapa pertanyaan mengenai hakekat ilmu seperti :
– Obyek mana yang ditelaah ilmu? Ujud hakiki obyek? Hubungan obyek dengan
tangkapan manusia (berfikir, merasa, mengindera( yang membuahkan
pengetahuan).
– Bagaimana proses yang memungkinkan ditimba pengetahuan yang berupa ilmu?
Bagainama prosedurnya. ? hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapat
pengetahuan yang benar, Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apa kriterianya?
Cara dan tehnik sarana yang membantu kita mendapat pengetahuan yang berupa
ilmu
– Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan
antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana
penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana
kaitan antara tehnik prosedural yang merupakan operasinal metode ilmiah dengan
norma-norma moral/ profesional. 12
FILSAFAT ILMU MERUPAKAN CABANG ILMU FILSAFAT yang hendak mengkaji ilmu dari sisi
filsafat untuk memberi jawaban terhadap sejumlah pertanyaan yang mencakup apa itu
ilmu (ONTOLOGI), Bagaimana ilmu itu diperoleh (dijawab dengan epistemologi) dan
untuk apa ilmu itu dilahirkan (aksiologi).
Filsafat ilmu mempersoalkan dan mengkaji segala persoalanyang berkaitan
dengan ilmu pengetahuan, fisik, dan metafisik. Filsafat ilmu memfokuskan
pembahasan dalam metodologi ilmu pengetahuan .ilmumerupakan salah satu
cara untuk mengetahui bagaimana budi manusia bekerja.ilmu pengetahuan
meupakan karya budi manusia bekerja , karya budi logis dan imajinatif sekaligus,bernurani, ilmu bersifat empirik, sistematikm observatif dan obyektif 9 filsafat
ilmu

MOTIVASI TIMBULNYA FILSAFAT
1. Dongeng , tahayul (mite) ada yang kritis ingin tahu kebenaran mite itu (jaman
awal Yunani)
2. Keindahan Makroskosmos , ingin tahu rahasia alam. Ketakjuban àsikap lahir
dalam bentuk bertanyaàkebenaran/pertanyaan menjadi serius dan penyelidikan
yang (bukan sembarangan pertanyaan sistematis àfilosof
Ultimate Question : contoh Thales ” what is the nature of the world stuff?” (-) water
is the basic principle of the universe (+)
3.Penyebab timbulnya pertanyaan adalah kesangsian
Sangsi (ragu) : percaya, sangsi, tidak percayaà pikiran akan bekerja à pikiran
membentur-bentur menggelisahkan (problema)

FAEDAH MEMPELAJARI FILSAFAT
1. Terlatih berfikir serius
2. Mampu memahami filsafat
3. Memungkinkan menjadi filosof
4. menjadi warga negara yang baik

CARA MEMPELAJARI FILSAFAT
1. Metoda sistematis: isi filsafat :-Teori pengetahuan (isme-isme filsafat)
-Teori hakikat (aliran-aliran filsafat)
-Teori nilai
2. Metoda Histeris : – Tokoh dan periode filsafat (sejarah pemikiran)
– Periode , babakan sejafah filsafat: ancient philosofy, medieval
philosophy, modern philosophy .
3. Metoda kritis : tingkat intensif, telah memiliki pengetahuan filsafat, pendekatan
sistematis atau histories memahami isi , mengajukan kritik, menentang dukungan
dengan pendapat sendiri atau filosof lain

SISTEMATIS FILSAFAT
TERDIRI ATAS 3 CABANG BESAR FILSAFAT
1. EPISTEMOLOGI (TEORI PENGETAHUAN) Cara memperoleh pengetahuan
logika dengan cara membentuk pengetahuan itu sendiri
Terdiri atas :
1. Empirisme (John Locke 1632-1704)
2. Rasionalisme (Rene Decartes 1596 – 1650)3. Positivisme (August Compte, 1798 – 1857)
4. Intusionisme (Hendri Bergson, 1859 – 1941)
Hasilnya : 1. sains, 2. Filsafat Logika, 3. Latihan rasa (intuisi)
2. ONTOLOGI(TEORI HAKIKAT) Pembahasan pengetahuan objek itu dipikirkan
secara mendalam sampai pada hakikat
Terdiri atas :
1. materialisme/naturalisme :hakikat benda adalah materi itu sendiri,
rohani, jiwa, spirit muncul dari benda, Naturalisme tidak mengakui
roh , jiwa tentu saja termasuk Tuhan
2. Idealisme : Hakikat benda adalah rohani, spirit. Alasan : nilai rohnya
lebih tinggi dari badan, manusia tidak dapat memahami dirinya
daripada dunia dirinya.
3. Dualisme : hakikat benda itu dua, materi dan imateri, materi bukan
muncul dari roh, roh bukan muncul dari benda, sama-sama hakikatnya
4. Skeptisisme
5. Agnotisme : manusia tidak dapat mengetahui hakikat benda
Hasilnya : 1. Kosmologi, 2. Antropologi, 3. Theodicea. Macam-macam filsafat
3.AKSIOLOGI (teori nilai ) guna pengetahuan etika-estetika (nilat dan guna
pengetahuan) terdiri dari
Terdiri dari
1. Hedonisme : sesuatu dianggap baik jika mengandung kenikmatan bagi
manusia (hedon)
2. Vitalisme : baik buruknya ditentukan oleh ada tidaknya kekuatan hidup
yang dikandung obyek-obyek yang dinilai, manusia yang kuat, ulet, cerdas
adalah manusia yang baik
3. Utilitarisme : Yang baik adalah yang berguna, jumlah kenikmatan- jumlah
penderitaan = nilai perbuatan
4. Pragmatisma : Yang baik adalah yang berguna secara praktis dalam
kehidupan, ukuran kebenaran suatu teori ialah kegunaan praktis teori itu,
bukan dilihat secara teoritis


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: