Kelelahan Otot

9 04 2010

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata lelah. Setelah bekerja atau melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga, kita akan diserang oleh penyakit yang bernama lelah. Namun dalam realitanya, sebagian besar orang awam belum mengerti tentang arti kata lelah, khususnya kelelahan otot.

Kelelahan menurut Tarwaka, dkk (2004:107) adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa kelelahan berperan dalam menjaga homeostatis tubuh.

Hasil percobaan yang dilakukan para peneliti pada otot mamalia, menunjukkan kinerja otot berkurang dengan meningkatnya ketegangan otot sehingga stimulasi tidak lagi menghasilkan respon tertentu.

Irama kontraksi otot akan terjadi setelah melalui suatu periode aktivitas secara terus menerus. Fenomena berkurangnya kinerja otot setelah terjadinya tekanan melalui fisik untuk suatu waktu tertentu disebut kelelahan otot secara fisiologis, dan gejala yang ditunjukkan tidak hanya berupa berkurangnya tekanan fisik namun juga pada makin rendahnya gerakan (AM.Sugeng Budiono, 2003: 87).

Jadi kelelahan otot adalah suatu keadaan otot, dimana otot tidak dapat berkontraksi secara cepat dan kuat atau bahkan tidak dapat berkontraksi sama sekali. Kelelahan otot suatu saat pasti akan terjadi pada kita, terutama pada seseorang yang memiliki aktivitas fisik yang padat setiap harinya.

Lama waktu otot quadriceps saat melakukan gerakan maksimal dalam latihan hanya sampai 30 menit. Kelelahan jenis ini

Kelelahan otot juga berguna sebagai tanda bahaya, bahwa otot tidak dapat menerima perintah untuk berkontraksi. Selain itu, kelelahan otot juga memberi sinyal bagi tubuh kita agar beristirahat sejenak untuk mengembalikan keadaan otot setelah terjadi kontraksi yang cukup lama.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN OTOT

Telah diketahui bahwa kelelahan otot merupakan ketidakmampuan otot untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kelelahan otot. Berikut adalah pembahasan tentang penyebab-penyebab dari kelelahan otot tersebut:

1. Pengososan ATP-CP

ATP merupakan sumber energi kontraksi otot dan PC untuk resintesa protein secepatnya. Jika ATP dan PC digunakan untuk kontraksi terus maka terjadi pengosongan fosfagen intraselular sehingga mengakibatkan kelelahan. Selain itu ada peningkatan konsentrasi ion H+ di dalam intraselular yang diakibatkan penumpukan asam laktat.

2. Pengosongan simpanan glikogen otot

Pengosongan glikogen terjadi karena proses latihan yang lama (30 menit – 4 jam). Karena pengosongan glikogen demikian hebat, maka menyebabkan kelelahan kontraktil. Faktor lain penyebab kelelaha, antara lain:

  1. rendahnya tingkat glukosa darah yang menyebabkan pengosongan glikogen hati, pengosongan cadangan glikogen otot, menyebabkan kelelahan otot local, dehidrasi dan kurangnya elektrolit, menyebabkan temperatur meningkat.

3. Akumulasi “LACTIC ACID”

Akumulasi asam laktat akan menumpuk di otot dan di pembuluh darah.Menyebabkan konsentrasi H+ meningkat dan pH menurun.Ion H+ menghalangi proses eksitasi, yaitu menurunnya Ca2+ yang dikeluarkan dari retikulum sarkoplasmik. Ion H+ juga mengganggu kapasitas mengikat Ca2+ oleh troponin. Ion H+ juga akan menghambat kegiatan fosfo-fruktokinase.

MEKANISME KELELAHAN OTOT

Konsep kelelahan merupakan reaksi fungsional dari pusat kesadaran yaitu cortex cerebri yang dipengaruhi oleh dua sistem penghambat (inhibisi dan sistem penggerak/aktivasi).

Sampai saat ini masih berlaku dua teori tentang kelelahan otot, yaitu teori

kimia dan teori syaraf pusat (Tarwaka. dkk, 2004: 107).

1) Teori kimia

Secara teori kimia bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya

cadangan energi dan meningkatnya sistem metabolisme sebagai penyebab

hilangnya efisiensi otot, sedangkan perubahan arus listrik pada otot dan syaraf

adalah penyebab sekunder.

2) Teori syaraf pusat

Bahwa perubahan kimia hanya penunjang proses, yang mengakibatkan

dihantarkannya rangsangan syaraf oleh syaraf sensosrik ke otak yang disadari

sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak

dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial gerakan pada sel

syaraf menjadi berkurang. Berkurangnya frekuensi ini akan menurunkan

kekuatan dan kecepatan kontraksi otot dan gerakan atas perintah kemauan

menjadi lambat.

Kondisi dinamis dari pekerjaan akan meningkatkan sirkulasi darah yang

juga mengirimkan zat-zat makanan bagi otot dan mengusir asam laktat.

Karena suasana kerja dengan otot statis aliran darah akan menurun, maka

asam laktat akan terakumulasi dan mengakibatkan kelelahan otot lokal.

Disamping itu juga dikarenakan beban otot yang tidak merata pada jaringan

tertentu yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja (performance) seseorang

(Eko Nurmianto, 2003: 265).

Kelelahan diatur oleh sentral dari otak. Pada susunan syaraf pusat, terdapat

sistem aktivasi dan inhibisi. Kedua sistem ini saling mengimbangi tetapi kadangkadang salah satu daripadanya lebih dominan sesuai dengan kebutuhan. Sistem

aktivasi bersifat simpatis, sedang inhibisi adalah parasimpatis.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: