Teori Penuaan

9 04 2010

TEORI PENUAAN BIOLOGIS

Teori penuaan biologis merupakan suatu teori yang menjelaskan tentang suatu proses atau mekanisme yang terjadi pada struktur dan fungsional tubuh pada masa usia lanjut. Penuaan bukan hanya disebabkan oleh salah satu proses biologis saja,tetap juga dipengaruhi oleh berbagai perubahan system secara simultan,yang terjadi didalam tubuh individu.

Perubahan ini mengakibatkan penurunan kemampuan tubuh untuk melakukan respon terhadap tekanan-tekanan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari secara tepat. Teori penuaan biologis ini terbagi lagi dalam tiga bagian yaitu:

  1. Teori penuaan sel.
  2. Teori genetik dan
  3. Teori kontrol.
  1. TEORI PENUAAN SEL.

Teori penuaan sel merupakan suatu teori yang mebahas dan memfokuskan pada perubahan degenerative(kemerosotan) yang terjadi pada sel individu, disamping itu mekanisme yang menyebabkan sel tubuh menua adalah oksidasi radikal bebas. Radikal bebas adalah tingginya molekul oksigen yang tidak stabil, yang disertai dengan ketidakseimbangan dari elektron-elektron yang berada diluar sel tubuh. Ketidak cocokan elektron ini menyebabakan oksidasi radikal bebas tidak stabil dan menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada sel,baik didalam sel, maupun diluar sel.

Untuk mengembalikan keadaan elektron menjadi stabil kembali, radikal bebas melakukan suatu usaha dengan cara berikatan dengan molekul lain. Proses ini mengawali reaksi rantai perusakan sel, yang selanjutnya  terjadi pada ratusan sel lainnya.

Pada individu yang sehat, radikal bebas tetap berada pada keadaaan yang seimbang dengan serentetan kombinasi fungsi oksidasi, salah satunya fungsinya adalah menetralisir dampak perusakan sel tubuh oleh radikal bebas. Gangguan homeostatis ini memungkinkan terjadinya berbagai jenis proses biologis dalam tubuh individu, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti terlalu sering terkena radiasi dan reaksi kimia karsinogen.

Perubahan struktur kolagen dan elastin, rusaknya DNA serta penurunan system imun secara progressif, merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan radikal bebas. Rangkaian kovalen hydrogen yang saling menyilang antara molekul yang saling berdekatan merupakan konsekuensi dari peningkatan umur karena oksidasi radikal bebas. Rangkaian lurus antara molekul yang saling berdekatan ini juga mengakibatkan perubahan konfigurasi fungsional yang signifikan. Contohnya, penuaan identik dengan elastisitas kulit,serta penurunan fleksibiitas dan gerakan. Semua ini terjadi akibat perubahan intrinsik sel karena proses penuaan sel.

  1. TEORI PENUAAN GENETIK.

Teori penuaan genetik merupakan salah suatu teori biologis yang lebih memfokuskan pada peran herediter(keturunan) sebagai salah satu faktor yang mengakibatkan proses penuaaan. Penuaan merupakan hasil dari penurunan integritas dari nukleotida DNA. Penurunan DNA menyebabkan gangguan kemampuan sel untuk terus memproduksi sel-sel baru, meskipun pada beberapa tingkat DNA terjadi mutasi pada semua tahapan kehidupan, beberapa sel DNA sulit terealisasi untuk terus hidup, akibatnya penuaan sel tidak dapat dihindari lagi sehingga terjadi penuaan .

Gaya hidup yang jauh dari kata sehat juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat penuaan individu. Contohnya konsumsi rokok, kandungan zat racun pada rokok dapat mengurangi umur dari sel-sel tubuh, sehingga penuaan sel dapat terjadi secara cepat karena sdikitnya sel-sel yang hidup. Kurangnya konsumsi makanan sehat dan bergizi juga diduga sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat proses penuaan,  tubuh memperlukan asupan gizi yang cukup sebagai bahan regenerasi sel,terutama zat protein,apabila asupan gisi tidak dicukupi maka regenerasi sel akan berlangsung  tidak sempurna. Kurang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, olahraga dapat membantu meremajakan sel-sel dalam tubuh individu, apabila olahraga tersebut dilakukan secara teratur dan terstruktur. Faktor-faktor  tersebut merupakan faktor-faktor yang diduga dapat mempercepat penuaan, meskipun hal itu tidak terjadi pada setiap individu.

  1. TEORI PENUAAN KONTROL.

Teori penuaan kontrol  menjelaskan bahwa, penuaan merupakan suatu proses system yang spesifik untuk mengatur fungsi-fungsi fisiologis pada tubuh individu. Kemerosotan umur sering dihubungkan dengan menurunnya fungsi system imun tubuh, lansia tidak hanya mengalami aktivitas pada sel-T, tetapi juga mengakibatkan sel imun rentan akan serangan penyakit.

Major Histocompatibility Complex(MHC) merupakan serangkaian komplek gen yang menjaga rantai fungsional antara sel,gen dan kontrol fungsi fisiologis. MHC tidak hanya menjaga kefungsionalan sel imun, tetapi juga mengatur fungsi oksidatif, selain itu juga menjaga sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Pada lansia kontrol system imun lebih banyak terjadi pada MHC, selain system imun, neuroendokrin dan system saraf pusat juga menjadi pengatur dari perubahan penurunan fungsi pada lansia.

Penuaan biologis merupakan suatu regulasi serangkaian mekanisme  komplek yang terjadi dalam tubuh individu,hal ini menepis anggapan bahwa penuaan hanya terjadi karena salah satu mekanisme biologis saja,selain itu penuaan juga dimungkinkan terjadi karena kombinasi mekanisme yang terjadi secara  komplek, hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan pada tubuh,yaitu perubahan pada sel,gen dan fungsi fisiologis tubuh. Perubahan struktur dan fungsi ini merupakan karakteristik dari penuaan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: