Proses pengerahan motor unit pada waktu seseorang mengangkat beban.

12 04 2010

Motor unit merupakan sebuah saraf motorik yang berfungsi menghantarkanrangsangan dari pusat saraf menuju organ efektor(ex;otot). Selain menghantarkan rangsangan ke otot, sel saraf motorik juga menghantarkan pesan ke sel tubuh untuk mempersiapkan proses pembakaran energi yang dibutuhkan saat otot bekerja.

Pada saat mengangkat beban berat, sel saraf motorik memerintahkan sel tubuh untuk memproduksi energi lebih banyak untuk proses kontraksi otot dan relaksasi otot. Jika sel saraf menyampaikan perintah sesuai dengan perintah otak dan sel tubuh melaksanakan perintah tersebut, maka kebutuhan energi saat mengangkat beban berat akan terpenuhi.

Demikian juga pada saat kita mengangkat beban yang sedang dan ringan. Jika sel saraf motorik menyampaikan pesan sesuai dengan perintah otak untuk memproduksi energi yang dibutuhkan, maka seseorang dapat mengangkat beban sedang dan ringan. Jadi pengerahan motor unit saat seseorang mengangkat beban berat, ringan dan sedang tergantung dari perintah otak. Fungsi sel saraf motorik disini hanya sebagai pengantar rangsangan dari otak untuk disampaikan ke sel otot dan sel tubuh.

Namun bila seseorang mengangkat beban berat (maksimal), dan dipertahankan beberapa waktu maka kekuatan makin menurun, peristiwa ini jelas dipengaruhi oleh  proses pengerahan motor unit.

Pada saat mengangkat beban, terjadi peristiwa kontraksi otot yaitu suatu keadaan dimana otot menjadi pendek dan menebal. Kontraksi otot ini terjadi setelah ion Ca dari reticulum sarkoplasmik menuju myofibril yang akan ditangkap oleh troponin. Sehingga tropomiosin tergelincir saat mengikat aktin. Seketika itu juga jembatan silang pada myosin menempel dengan aktif site aktin

Proses kontraksi otot ini memerlukan bantuan energi berupa ATP untuk mendorong ion Ca keluar dari reticulum sarkoplasmik. Selain itu ATP juga berperan dalam pangaturan terkait dan terlepasnya aktin dari tropomiosin. ATP dapat dibentuk dari pembakaran glukosa dan pemecahan glikogen.

Sehingga pada saat kita mengangkat beban berat akan memerlukan sumber energi yang sangat besar. Untuk waktu yang singkat, kebutuhan energi ini dapat terpenuhi melalui pembakaran glukosa dan pemecahan glikogen, tetapi untuk waktu yang lama, tubuh akan mengalami kesulitan dalam memasok sumber energi. Jadi, pada saat persediaan sumber energi menipis karena penumpukan asam laktat, kekuatan otot pun semakin menurun. Seketika itu pula kita akan merasakan lelah dan akhirnya tidak kuat untuk mengangkat beban yang berat.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: