Sekilas Tentang Autis

2 06 2010

Autis

Autisme berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri dan “isme” yang berarti suatu aliran. Berarti autisme adalah suatu paham yang tertarik hanya pada dunianya sendiri. Autis adalah suatu gangguan perkembangan yang komplek menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktifitas imajinasi, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku, emosi. Gejalanya kebanyakan mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun, bahkan pada autis infantil gejalanya sudah ada sejak lahir.Hingga saat ini  penyebab autis menurut beberapa teori adalah faktor genetika, virus seperti rubella, herpes, toxo jamur, nutrisi yang buruk, keracunan makanan.Apabila seorang ibu dalam masa kehamilan mengkonsomsi baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja, maka janin dalam kandunganya memiliki potensi besar untuk terkena sindrom autis, kehamilan dapat menghambat pertumbuhan sel otak yang dapat menyebabkan fungsi otak bayi yang dikandung terganggu terutama fungsi pemahaman, komunikasi dan interaksi.

Ciri khas anak penyandang autis adalah sebagai berikut:

1. Anak penyandang autis tidak dapat mengikuti jalan pikiran orang lain, mereka sangat senang dengan dunia sendiri, sehingga apabila orang lain tersebut menggangunya maka ia akan memberikan respon Apatis dengan orang tersebut.

2. Anak penyandang autis kadang mempunyai daya ingat yang sangat kuat, seperti perkalian, kalender, dan lagu-lagu, kebanyakan dari penyandang autis memiliki kemampuan seperti itu, mungkin karena pemahaman mereka akan hal baru terlalu sulit, mereka memiliki kelebihan dalam hal ingat.

3. Pemahaman anak penyandang autis sangat kurang, sehingga apa yang dibaca sukar dipahami. Misalnya dalam bercerita kembali dan soal berhitung yang menggunakan kalimat.

4. Anak penyandang autis sulit mengekspresikan perasaannya, seperti mudah frustasi bila tidak dimengerti dan dapat menimbulkan mengamuk yang tidak terkendali. Hal ini dapat terjadi karena mereka memiliki mgangguan pervasif, yaitu gangguan yang menyangkut komunikasi, persepsi dan interaksi sosial.

Anak penyandang autis mempunyai karakteristik gangguan dalam komunikasi berupa perkembangan bahasa lambat atau tidak ada sama sekali, anak tampak tuli dan sedikit berbicara atau pernah berbicara tapi kemudian sirna. Kata-kata yang digunakan anak penyandang autis kadang tidak sesuai artinya, mengoceh tanpa arti berulang-ulang dan senaang meniru. Sebagian penyandang autis tidak berbicara (non verbal) atau sedikit bicara (kurang verbal) sampai dewasa.

Gangguan berinteraksi penyandang autis seperti suka menyendiri, tidak ada kontak mata atau sedikit kontak mata, menghindar untuk bertatapan, tidak tertarik bermain dengan sesamanya. Selain gangguan diatas anak penyandang autis sensorinya tidak bekerja dengan baik,anak penyandang autis sensitif terhadap sentuhan dan pelukan,bila mendengar suara keras menutup telinga,senang mencium-cium dan sensitif terhadap rasa sakit.anak penyandang autis mempunyai pola bermain yang berbeda pada anak pada umumnya.anak autis tidak suka bermain dengan anak sebayanya,tidak kreatif dan imajinatif,senang akan benda-benda berputar seperti kipas angin,roda sepeda.perilaku yang dimiliki anak penyandang autis bisa membahayakan dirinya sendiri seperti hiperaktif bisa membuat anak penyandang autis jatuh dan terluka. Anak penyandang autis dapat pula duduk bengong dengan tatpan kosong.anak penyandang autis sering menampakkan emosinya secara terang-terangan dengan sering marah dan menangis tanpa sebab,mengamuk tak terkendali yang bisa menyakiti pengasuhnya dan dirinya sendiri juga senang merusak dan menyerang,tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain.dengan keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang autis perlu adanya progam terapi penunjang untuk melatih motorik halus anak penyandang autis. Progam penunjang berupa terapi wicara yang membantu anak melancarkan otot-otot mulut sehingga membantu anak berbicara lebih baik.terapi okupasi untuk melatih motorik halus anak dengan memberi puzzle atau menyuruh memasukkan benda ke kotak menurut bentuk dan ukurannya,bisa berbentuk bulat,segitiga,kotak,bintang,dan persegi panjang.progam penunjang yang paling efektif adalah terapi bermain yaitu belajar sambil bermain misalnya,main tebak huruf dan angka. Olahraga bukan berarti mereka harus melakukan olahraga yang betujuan prestasi, pada sekolah-sekolah autis, olahraga digunakan sebagai sarana terapi, maksudnya adalah olahraga merupakan sarana komunikasi penyandang autis satu dengan penyandang autis lain, sehingga lama kelamaan mereka mengerti akan interaksi sosial, meskipun pemahan mereka akan sesuatu hal baru umumnya sangat lambat.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: